Minggu, 22 Oktober 2017
PERTEMUAN PENGURUS REGULASI KEGIATAN PUBLIKASI ANGGOTA
e-BERKAS KAS PROFIL FORUM TOKO KONTAK

http://situs.opi.lipi.go.id/codata/

   

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum
» Tulis pesan baru di forum

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Registrasi dan proses administrasi nomor ISSN di Indonesia dilakukan secara online
    Oleh : L. T. Handoko
    Rabu, 9 April 2008 (06:45 WIB)

    Sesuai dengan perkembangan dan era elektronik dan dijital saat ini, PDII LIPI sebagai otoritas resmi penerbit nomor ISSN untuk terbitan berkala di Indonesia telah membuka sistem registrasi dan administrasi ISSN secara online.

    Terhitung sejak 1 April 2008, seluruh proses, sejak dari registrasi sampai dengan penerbitan nomor ISSN cukup dilakukan secara online melalui :

    http://issn.lipi.go.id

    Diharapkan dengan sarana ini proses registrasi sampai penerbitan nomor ISSN bisa lebih cepat, transparan dan murah. Karena pemohon nomor ISSN baru bisa mengikuti dan melakukan konfirmasi dan pencekan selama proses. Segera setelah seluruh persyaratan diterima dan disetujui, nomor ISSN serta kodebar juga bisa langsung diunduh.

    Demikian pemberitahuan ini dan selamat memanfaatkan.

    PDII LIPI
    http://www.pdii.lipi.go.id


    ISSN Online : mudahnya membuat majalah di era internet...
    Oleh : L. T. Handoko
    Selasa, 10 Juni 2008 (06:58 WIB)

    Mendapatkan nomor ISSN untuk terbitan berkala mungkin tidak mudah bagi sebagian orang. Lebih dari itu pemanfaatan kodebar ISSN di masyarakat masih rendah dan berpotensi menimbulkan pemborosan yang tidak perlu. Untuk itulah ISSN Online diluncurkan...

    Membuat majalah, atau lebih umum terbitan berkala ? Ah, itu sudah kuno alias jadul. Di jaman dijital ini setiap orang bisa mempublikasikan tulisannya tanpa melalui media formal. Meski pandangan ini tidak salah, tetapi media formal tetap memiliki peranan dan fungsi yang tidak bisa digantikan oleh sekedar blog di jaringan maya. Perbedaan utama adalah adanya proses editorial dan penilaian dari pihak ketiga sebelum disampaikan ke pembaca. Proses ini memastikan tingkat akurasi, atau setidaknya mengurangi kesalahan, isi sebuah artikel serta memberikan jaminan kebenaran informasi seperti diharapkan oleh pembaca.

    Seluruh media yang dikelola dengan proses editorial seperti ini umumnya diterbitkan secara berkelanjutan sebagai terbitan berkala. Terbitan berkala resmi ditunjukkan dengan nomor registrasi yang dikenal sebagai ISSN (International Standard of Serial Number) yang berlaku secara global. Sebaliknya, terbitan tunggal seperti buku mengikuti nomor registrasi ISBN (International Standard Book Number). Nomor-nomor registrasi semacam ini ditujukan sebagai alat identifikasi atas aneka publikasi di seluruh dunia. Sistem penomoran ISSN dikelola secara terpusat oleh ISDS (International Serial Data System) yang berkedudukan di Paris, Perancis, dan diadopsi sebagai implementasi dari ISO-3297 di tahun 1975. Tentu saja tidak seluruh pemohon ISSN harus berurusan dengan ISDS di Paris, melainkan cukup dengan Pusat Nasional ISSN di negaranya masing-masing. Untuk Indonesia, ISSN dikelola oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI). Hal ini sebagai bagian dari tugas dan wewenang PDII LIPI untuk melakukan pemantauan atas seluruh publikasi terbitan berkala yang diterbitkan di Indonesia.

    Mengikuti kecenderungan di era reformasi, sejak 1 April 2008 lalu seluruh proses pengajuan sampai penerbitan ISSN dilakukan secara online melalui situs ISSN Online (http://issn.pdii.lipi.go.id). Dengan sistem ini pengelolaan ISSN menjadi lebih mudah, murah, cepat dan transparan bagi publik.

    Namun berbeda dengan sarana online untuk ISSN di negara lain, ISSN Online dari PDII LIPI tidak hanya menyediakan sarana terpadu untuk pengurusan administrasi ISSN, tetapi juga menyediakan perangkat lunak online untuk membuat kodebar (barcode generator) khusus ISSN. Dengan ini penerbit tidak perlu memiliki perangkat lunak pembuat kodebar yang cukup mahal.

    Yang lebih penting, infomasi detail mengenai ISSN dan kodebar serta perangkatnya di ISSN Online diharapkan menjadi sumber rujukan penerbitan dan pemakaian ISSN di masyarakat. Meski kesadaran akan kepemilikan ISSN sudah cukup tinggi, pada prakteknya khususnya pemakaian kodebar ISSN masih rancu. Tidak heran bila kodebar yang dicetak di aneka publikasi berkala seperti majalah tidak terpakai. Akibatnya para distributor atau pusat pertokoan harus menempelkan kembali kodebar internal mereka untuk keperluan identifikasi barang dan harga. Ini terjadi karena pemakaian kodebar ISSN yang statis seperti nomor ISSN itu sendiri sebagai akibat kekurangpahaman akan kodebar ISSN.

    Sejatinya, meski untuk nomor ISSN yang sama, kodebar ISSN bisa diubah tergantung variasi terbitan terkait perubahan isi dan harga. Karena nomor ISSN berlaku seterusnya selama “nama terbitan” tidak berubah, bahkan meski terjadi perubahan pemilik atau penerbit. Sehingga perubahan harga secara berkala atau edisi spesial dengan harga berbeda harus bisa diakomodasi oleh sistem kodebar ISSN. Fungsi kodebar ISSN adalah sama dengan kodebar pada produk lainnya, yaitu sebagai alat bantu identifikasi barang dan harga di level penjual.

    Kodebar ISSN memakai standar EAN-13 yang terdiri dari 13 karakter, meski nomor ISSN hanya terdiri dari 8 karakter. Tiga karakter pertama selalu 977 yang menunjukkan kodebar ISSN. Diikuti oleh tujuh karakter pertama nomor ISSN, dua karakter untuk variasi terbitan dan terakhir karakter cek untuk EAN-13. Nomor ISSN sendiri sejatinya hanya tujuh karakter pertama saja, sedangkan karakter terakhir hanyalah karakter cek untuk mencegah kesalahan. Dua karakter tambahan inilah yang bebas dipakai oleh penerbit untuk membuat variasi kodebar sesuai dengan kebutuhannya guna membedakan produk terbitan yang sama tetapi memiliki harga berbeda. Karakter tambahan dua dijit ini bisa salah satu dari kombinasi angka 00–99. Selama ini, sebagian besar penerbit menganggap kodebar ISSN adalah statis seperti yang diberikan oleh PDII LIPI saat awal penerbitan nomor ISSN.

    Dengan ISSN Online yang dilengkapi dengan barcode generator, setiap penerbit yang telah mendapatkan ISSN bisa membuat variasi kodebar sesuai kebutuhannya hanya dengan login ke ISSN Online. Para penerbit yang telah mendapatkan nomor ISSN-nya sebelum adanya sistem ini juga bisa turut memanfaatkan. Prosedur yang harus ditempuh untuk mendapatkan akses tertulis di situs ISSN Online. Dengan ini kodebar ISSN tidak hanya sebagai penghias di sampul depan terbitan, tetapi dapat lebih diberdayagunakan sesuai fungsi utamanya untuk identifikasi barang di level para penjual seperti layaknya produk manufaktur lainnya. Semoga !

    Sumber : Situs LIPI


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :
     

    » kirim ke teman
    » versi cetak

  •  
    halaman depan »

    BERITAHU TEMAN




    AKSES ANGGOTA
    username :

    password :

     
    PENGURUS REGULASI KEGIATAN PUBLIKASI ANGGOTA
    e-BERKAS KAS PROFIL FORUM TOKO KONTAK
     
    LIPI     O   P  I   -   Organisasi   Profesi   Ilmiah   Indonesia »»»»»»»»»»